Cara Menghitung Hari Perkiraan Kelahiran Bayi

Cara Menghitung Hari Perkiraan Kelahiran Bayi – Pasti tidak sedikit Bunda yang menunggu-nunggu kapan sang calon buah hati hadir ke dunia. Hal ini sangat wajar karena dengan mengetahui kapan kira-kira sang buah hati lahir, Bunda jadi bisa mempersiapkan segala kebutuhan persalinan hingga kebutuhan pasca melahirkan.

Maka dari itu, sekarang Bunda bisa coba menghitung kapan tepatnya tanggal bersalin dengan cara menghitung HPL sendiri. Namun, bagaimana cara menghitung HPL? Ikuti panduannya berikut ini.

Cara menghitung HPL dengan usia kehamilan

Cara menghitung HPL alias hari perkiraan lahir bisa diketahui dengan mencari tahu dulu berapa usia kehamilan Bunda sekarang. Sayangnya, masih banyak orang yang sering salah paham cara menghitung HPL. Alasannya, karena Anda atau orang-orang di sekitar mungkin selama ini menyebut usia kehamilan dengan hitungan bulan. Sebagai contoh, hamil 3 bulan, hamil 5 bulan, atau hamil 9 bulan.

Cara standar dan cepat  untuk mengetahui Hari Perkiraan Lahir (HPL)  dan Usia Kehamilan (UK)  adalah menggunakan Rumus Neagle, yaitu   +7-3+1  (masukan dalam boks)  yang membutuhkan data HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir Anda.  Jadi, ketika hamil, usahakan Anda mengingat kapan HPHT, agar dokter dapat menentukan HPL dan UK (Usia Kehamilan).

Padahal, usia kehamilan lebih tepat dinyatakan dalam hitungan minggu dan hari. Sebab ini ada kaitannya dengan kapan hari pertama haid terakhir (HPHT) Bunda. Jadi, Bunda jangan lagi menggunakan bulan dalam menerapkan cara menghitung HPL, ya.

Usia kehamilan umumnya berlangsung selama 38-40 minggu atau 280 hari sampai waktunya melahirkan. Rentang waktu ini juga termasuk dua minggu masa pembuahan setelah menstruasi terakhir meski Bunda belum dinyatakan positif hamil.

Berikut ini rumus untuk menghitung HPL:

Tanggal di hari pertama menstruasi terakhir + 7 hari – 3 bulan + 1 tahun.

Contoh : cara menghitung HPL jika HPHT Bunda adalah 11 November 2019 dan ditambahkan 7 hari ke depan, berarti 18 November 2019. 18 November 2019 adalah minggu pertama kehamilan Bunda.

Setelahnya kurangi 3 bulan dari bulan haid terakhir tersebut, yaitu 18 Agustus (November bulan ke-10 dikurang 3). Terakhir tambahkan satu tahun dari 2019. Maka dari cara menghitung ini Bunda akan mendapatkan HPL 18 Agustus 2020.

Melalui pemeriksaan ultrasonografi

Saat ini pemeriksaan ultrasonografi (USG) adalah teknik yang dianggap paling akurat untuk memerkirakan HPL dan UK.  Dokter  menghitung usia kehamilan dengan USG menggunakan 3 cara, yaitu mengukur diameter kantong kehamilan (Gestational Sac atau GS) pada ibu hamil muda kira-kira 6-12 minggu kehamilan, mengukur jarak kepala dengan bokong janin (Grown Rump Length atau GRI) pada usia kehamilan 7-14 minggu, dan  mengukur diameter kepala janin  (Biparietal Diameter atau BPD) pada usia kehamilan di atas 12 minggu. Hasil pengukuran tersebut lalu dibandingkan dengan standar acuan.

Melalui pemeriksaan tinggi Rahim

Pada awal kehamilan, ketika perut Anda belum membesar, ketinggian rahim diukur dengan cara meraba kandungan Anda untuk menemukan bagian kepala rahim (Fundus Uteri), dan mengukur ketinggian kepala rahim tersebut atau Tinggi Fundus Uteri (TFU). Untuk itu, dokter atau bidan akan menggunakan suatu patokan standar. Misalnya, jika TFU Anda sedikit di atas simfisis pubis -daerah di antara tulang rawan dan tulang pubis, atau di atas vulva- maka artinya usia kehamilan Anda 12 minggu. Atau jika TFU setinggi pusat, artinya usia kehamilan 24 minggu.

Namun ketika kandungan Anda mulai membesar, maka pemeriksaan ketinggian rahim dilakukan dengan menggunakan pita ukur atau meteran. Dengan mengetahui usia kehamilan, selanjutnya mudah bagi dokter untuk menetapkan HPL,  sebab rata-rata kehamilan berakhir pada usia 40 minggu.

Pemeriksaan gerakan janin    

Gerakan janin yang terasa pertama kali di dalam kandungan Anda pun, dapat membantu dokter untuk menentukan HPL. Pemeriksaan gerakan janin biasanya dilakukan setelah kehamilan berlangsung agak lama.  Pada kehamilan pertama atau primipara,  gerakan janin yang dirasakan oleh bunda pertama kalinya terjadi  pada usia kehamilan 19-21 minggu. Sedangkan pada kehamilan kedua atau nulipara,  gerakan janin pertama kali dapat dirasakan pada usia kehamilan 17-19 minggu. Dengan mengetahui usia kehamilan, maka selanjutnya mudah bagi dokter untuk menetapkan HPL,  sebab rata-rata kehamilan berakhir pada usia 40 minggu.

Menggunakan aplikasi di internet

Saat ini banyak tersedia aplikasi untuk mengetahui HPL. Anda bisa mencarinya dengan memasukan kata kunci “due date”, di antaranya adalah Mobile Mom,  Glow Nurture, Sprout dan sebagainya. Namun untuk mendapatkan HPL lewat aplikasi tersebut, tetap saja  Anda musti memasukan tanggal, bulan dan tahun HPHT, jadi memang penting untuk mengingat HPHT ini.

Gimana Bunda, mudah kan? Bunda bisa mulai menghitung HPL mulai dari sekarang, agar bisa mempersiapkan perlengkapan baby tersayang.

Tagged : / / / / / / /