Latihan Soal UKOM Ners 2020 Gadar dan Jawaban Soal Lengkap

Latihan Soal UKOM Ners 2020 Gadar dan Jawaban Soal LengkapHallo apakabar kamu, kembali lagi dengan kami di Byalfra, nah kali ini kami akan berbagi untuk kamu sekalian yang mana saat ini sedang mencari contoh latihan soal untuk Ukom, disini kami berbagi kepada kamu sekalian. Dari contoh soal ini bisa jadi kamu acuan untuk belajar agar bisa mengerjakan saat ukom nantinya.
Disamping itu juga contoh soal ini sudah di lengkapi dengan kunci jawabannya, mari silahkan simak soal latihan berikut ini :
1. Seorang laki-laki berusia 40 tahun, dengan keluhan demam & flu marah-marah kepada perawat triase UGD karena merasa lambat mendapatkan pelayanan medis padahal sudah menunggu selama ± 30 menit dan melihat perawat lebih mendahulukan pasien yang baru datang. Perawat kemudian menjelaskan bahwa pasien yang masuk ke UGD akan di prioritaskan berdasarkan tingkat kegawatannya dan kondisi yang mengancam nyawa.
Pertanyaan soal:
Apakah prinsip etik yang dilaksanakan oleh perawat tersebut?
Pilihan Jawaban:
a. justice
b. veracity
c. autonomy
d. beneficence
e. non-maleficence
2. Seorang laki-laki 45 tahun di rawat di ICCU dengan Sindrom Koroner Akut (SKA). Pada saat perawat melakukan observasi TTV, pasien tiba-tiba mengeluh nyeri dada dan kemudian mengalami henti jantung. Perawat akan melakukan RJP namun keluarga keberatan dan menolak tindakan tersebut dilakukan meskipun sudah diberikan penjelasan, dengan alasan supaya pasien bisa meninggal dengan tenang.
Pertanyaan soal:
Apakah dilema etik yang dialami oleh perawat?
Pilihan Jawaban:
a. authonomy dan beneficence
b. beneficence dan justice
c. justice dan nonmaleficence
d. nonmaleficence dan fidelity
e. fidelity dan authonomy
3. Seorang perawat UGD menerima 5 kunjungan pasien secara bersamaan. Pasien pertama, seorang nenek yang mengeluh sesak napas; Kedua, pasien laki-laki dengan riwayat ACS dan mengalami nyeri dada yang menyebar sampai ke leher dan lengan kiri; Ketiga, anak balita dengan suhu 40oC dan mengalami kejang tonik-klonik; Pasien keempat dan kelima, suami istri yang mengalami kecelakaan dimana sang suami mengalami fraktur terbuka pada mid shaft tibia kanan, sedangkan sang istri mengalami trauma kepala dan tampak apatis.
Pertanyaan soal :
Manakah pasien yang perlu mendapatkan pertolongan prioritas pertama?
Pilihan Jawaban:
a. pasien pertama
b. pasien kedua
c. pasien ketiga
d. pasien keempat
e. pasien kelima
4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit kepala dan tidak bisa tidur. Pasien tampak tidak tenang, mondar-mandir di depan loket triase dan marah-marah kepada petugas triase karena merasa lambat dilayani. Riwayat pasien sering mendengar suara-suara yang tidak jelas dan pernah dirawat di fasilitas kesehatan jiwa.
Pertanyaan soal :
Apakah kategori triase yang sesuai untuk pasien tersebut?
Pilihan jawaban :
a. resusitasi
b. emergency
c. urgent
d. semi-urgent
e. non-urgent
5. Seorang perawat bekerja di UGD menemukan fenomena banyaknya hasil triage pasien yang kurang sesuai, terkadang undertriage atau overtriage. Perawat tersebut berencana melakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat UGD tentang triage dengan menyebarkan kuesioner yang berisi skenario-skenario kasus triage.
Pertanyaan soal :
Apakah desain yang sesuai untuk penelitian tersebut?
Pilihan jawaban :
a. cohort
b. qualitative
c. experiment
d. case control
e. cross-sectional
6. Seorang perawat menemukan tingginya risiko kejadian Secondary Traumatic Stress Disorder (STSD) pada voluntir yang telah berpartisipasi pada penanganan bencana tsunami. Perawat akan melakukan penelitian untuk mengekplorasi pengalaman dan
perasaan voluntir. Karena kesulitan dalam memperoleh partisipan, perawat tersebut bertanya kepada partisipan yang ada kemungkinan calon partisipan lainnya yang juga mengalami masalah yang sama.
Pertanyaan soal :
Apakah metode sampling yang diaplikasikan oleh perawat tersebut?
Pilihan jawaban :
a. total sampling
b. snowball sampling
c. purposive sampling
d. theoretical sampling
e. consecutive sampling
7. Dalam keadaan bencana ditemukan korban laki-laki. Pada saat pengkajian ditemukan jejas pada kepala dan paha kiri, airway paten, tetapi korban tidak bernapas dan tidak teraba nadi karotis.
Pertanyaan soal :
Apakah kategori triase untuk korban tersebut?
Pilihan jawaban :
a. merah
b. biru
c. hijau
d. hitam
e. kuning
8. Seorang petugas triase bencana menemukan korban dengan fraktur tertutup pada lengan serta vulnus laserasi dan perdarahan pada dahi akibat tertimpa reruntuhan rumah. Pasien masih sadar dan dapat berjalan sendiri.
Pertanyaan soal :
Apakah kategori triase korban tersebut?
Pilihan jawaban :
a. merah
b. biru
c. hijau
d. hitam
e. kuning
9. Ditemukan korban laki-laki berusia 35 tahun tidak sadar yang dicurigai terkena serangan jantung. Pada pengkajian primer korban tidak berespon terhadap nyeri & palpasi nadi karotis tidak teraba.
Pertanyaan soal :
Berdasarkan AHA 2015, apakah tindakan yang harus dilakukan oleh penolong selanjutnya?
Pilihan jawaban :
a. Melakukan kompresi dada 30 x
b. Melakukan bantuan ventilasi 2x
c. Melihat, dengar dan rasa pernapasan klien
d. Membuka airway dengan head tilt chin lift
e. Mereposisi tangan dan memeriksa kembali nadi karotis selama 10 detik
10. Perawat melakukan bantuan hidup dasar kepada pasien yang mengalami henti jantung. Setelah 5 siklus, dilakukan evaluasi dan sudah teraba denyutan nadi karotis.
Pertanyaan soal :
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya?
Pilihan jawaban :
a. Memastikan patensi airway
b. Melakukan pemeriksaan pernapasan
c. Membaringkan pasien ke posisi pemulihan
d. Melanjutkan pemberian ventilasi saja setiap 6 detik
e. Melanjutkan pemberian kompresi & ventilasi (30 : 2)
11. Seorang wanita hamil mengalami sumbatan total saluran pernapasan akibat tersedak sebutir bakso. Korban masih sadar, tampak pucat dan cemas serta memegang lehernya.
Pertanyaan soal :
Apakah teknik yang paling tepat untuk menolong korban tersebut?
Pilihan jawaban :
a. back blow
b. chest thrust
c. abdominal thrust
d. finger cross & sweep
e. resusitasi jantung paru
12. Ditemukan korban laki-laki berusia 30 tahun, akibat kecelakaan lalu lintas. Pengkajian primer klien tidak sadar dan tampak luka laserasi dan perdarahan pada area hidung dan mulut. Klien tidak berespon terhadap nyeri, tidak bernapas dan tidak teraba nadi karotis.
Pertanyaan soal :
Berdasarkan AHA 2010, apakah tindakan prioritas pada kasus tersebut?
Pilihan jawaban :
a. Tidak melakukan BHD
b. Melanjutkan BHD tanpa pemberian ventilasi
c. Menunggu bantuan tim kesehatan yang lebih kompeten
d. Membersihkan area mulut dan hidung lalu memberikan bantuan ventilasi
e. Mengunakan face shield untuk menghindari kontak langsung dengan sekresi klien
13. Seorang perawat prehospital menemukan korban dengan trauma multiple. Korban dalam kondisi tidak sadar, tampak darah keluar dari hidung dan mulut dan masih ada pergerakan dada dan usaha bernapas.
Pertanyaan soal :
Apakah tindakan prioritas pada kasus tersebut?
Pilihan jawaban :
a. melakukan suction
b. memanggil bantuan
c. memasang semi-rigid cervical collar
d. membuka airway dengan teknik jaw trust
e. memasang Oro-Pharingeal Airway (OPA)
14. Seorang petugas triase bencana menemukan korban trauma dengan kondisi masih sadar, frekuensi napas 22x/menit dan frekuensi nadi 96x/menit. Korban mengeluh tidak bisa menggerakkan extremitas bagian bawahnya. Korban dicurigai mengalami cedera tulang belakang.
Pertanyaan soal :
Apakah alat mobilisasi yang paling sesuai untuk mengevakuasi korban tersebut?
Pilihan jawaban :
a. scoop stretcher
b. basket stretcher
c. short spine board
d. long spine board
e. Kendrick Extrication Device (KED)
15. Seorang laki-laki berusia 45 tahun diantar ke UGD oleh keluarga dengan keluhan nyeri dada tembus ke belakang. Pada saat pengkajian, pasien tiba-tiba tidak sadar, tampak tidak bernapas dan tidak teraba nadi. RJP diinisiasi oleh tim resusitasi dan selanjutnya memasang monitoring jantung dengan gambaran asystole
Pertanyaan soal :
Apakah tindakan prioritas yang harus dilakukan selanjutnya?
Pilihan jawaban :
a. memberikan injeksi IV. adrenalin 1 mg
b. melanjutkan RJP sampai 5 siklus
c. melakukan flat line protocol
d. memeriksa nadi karotis
e. melakukan dc shock
16. Seorang anak, berusia 6 tahun diantar ke UGD setelah mengalami henti napas akibat tenggelam di kolam renang. Orang tuanya menyatakan anaknya masih bernapas dan masih teraba nadi sesaat sebelum sampai ke RS. Setelah 5 siklus RJP, dilakukan evaluasi dan masih belum teraba denyutan nadi karotis. Selanjutnya airway definitive dengan ETT telah berhasil dilakukan.
Pertanyaan soal :
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya?
Pilihan jawaban :
a. Melakukan tindakan defibrilasi 2 Joule/Kg BB
b. Melanjutkan pemberian ventilasi saja setiap 3 detik
c. Melanjutkan pemberian kompresi & ventilasi (15:2)
d. Melanjutkan pemberian kompresi & ventilasi (30:2)
e. Melanjutkan kompresi 100-120x/ menit & ventilasi 20x/menit
17. Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat diruang ICCU dengan STEMI. Terpasang monitoring jantung dengan gambaran berikut:
Pertanyaan soal :
Apakah tindakan prioritas yang harus dilakukan selanjutnya?
Pilihan jawaban :
a. memberikan injeksi IV. Amiodaron 300 mg
b. melanjutkan rjp sampai 5 siklus
c. melakukan flat line protocol
d. memeriksa nadi karotis
e. melakukan DC shock
18. Seorang laki-laki berusia 28 tahun diantar ke UGD dengan ambulance setelah mengalami cedera kepala akibat kecelakaan bermotor. Keadaan umum pasien sadar tetapi mudah tertidur, membuka mata bila dipanggil, bicara tidak koheren dan meracau sendiri tapi masih dapat melokalisasi nyeri.
Pertanyaan soal :
Berapakah nilai GCS maksimal untuk pasien tersebut?
Pilihan jawaban :
a. 9
b. 10
c. 11
d. 12
e. 13
19. Seorang laki-laki berusia 28 tahun diantar ke UGD dengan ambulance setelah mengalami cedera kepala akibat kecelakaan bermotor. Setelah dilakukan pemeriksaan CT-scan, pasien didiagnosis mengalami edema cerebral dan diprogramkan untuk osmoterapi IV. Manitol 20% 0.5 gr/kg BB/6 jam.
Pertanyaan soal :
Apakah tindakan yang harus dilakukan sebelum pemberian obat tersebut?
Pilihan Jawaban :
a. mengukur frekuensi nadi
b. mengukur tekanan darah
c. mengukur saturasi oksigen
d. memonitor status kesadaran
e. mengukur frekuensi napas
20. Pasien perempuan berusia 35 tahun diantar ke UGD dengan ambulance setelah mengalami luka bakar derajat IIB pada daerah dada, perut dan kedua tangan akibat tersiram air panas 30 menit yang lalu. Diketahui berat badan pasien 50 Kg.
Pertanyaan soal :
Berapakah kebutuhan resusitasi cairan 8 jam pertama pasien tersebut berdasarkan formula Parkland-Baxter?
Pilihan Jawaban :
a. 1800 ml
b. 2700 ml
c. 3600 ml
d. 5400 ml
e. 7200 ml
PEMBAHASAN
1. Kunci Jawaban: A
Rasional:
Rasional A : Adil dalam pemberian pelayanan kegawatdaruratan sesuai dengan tingkat kegawatan pasien
Rasional B : Jujur dalam penyampaian informasi kepada pasien
Rasional C : Menghargai hak-hak pasien
Rasional D : Asas manfaat dalam pemberian pelayanan kesehatan
Rasional E : Tidak melakukan tindakan yang dapat mencederai pasien
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency And Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby.
2. Kunci Jawaban: A
Rasional:
Rasional A  : Dilema antara hak keluarga pasien dalam pengambilan keputusan dan asas manfaat dari tindakan terhadap pasien bila segera dilakukan
Rasional B : Dilema antara pelanggaran asas manfaat dan asas keadilan
Rasional C : Dilema antara asas keadilan dan risiko/dampak terhadap pasien
Rasional D : Dilema antara risiko terhadap pasien dan komitmen untuk memberikan pelayanan yang
terbaik
Rasional E  : Dilema antara komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan
pelanggaran terhadap hakhak pasien
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency And Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby.
3. Kunci Jawaban: C
Rasional:
Rasional A : Kriteria triage urgent, dengan respon time < 30 menit untuk mengatasi sesak napas pasien
Rasional B : Kriteria triase emergency, dengan respon time 10 – 15 menit
Rasional C : Kriteria triase emergency, dengan respon time segera karena berisiko sumbatan jalan napas karena spasme airway dan hipersalivasi akibat kejang
Rasional D : Kriteria triage urgent, dengan respon time < 30 menit untuk mengatasi perdarahan akibat fraktur dan risiko syok
Rasional E : Kriteria triage urgent, dengan respon time < 30 menit untuk mengidentifikasi jenis & tingkat keparahan trauma kepala, serta penanganannya
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency and Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby.
4. Kunci Jawaban: C
Rasional:
Rasional A : Resusitasi, perlu tindakan resusitasi segera karena berisiko kematian
Rasional B : Emergency, perlu tindakan penanganan darurat karena berisiko mengancam nyawa dengan respon time 10 – 15 menit
Rasional C : Urgent, perlu tindakan penanganan segera sehubungan dengan kondisi atau situational urgency (risiko mengamuk). Respon time kurang dari 30 menit
Rasional D : Kriteria triage Semi-urgent, tidak gawat dan tidak darurat, respon time 60 menit
Rasional E : Kriteria triage Non-urgent atau false triage. respon time bisa sampai 2 jam atau bisa diarahkan untuk berobat ke poli rawat jalan
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency and Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby.
5. Kunci Jawaban: E
Rasional:
Rasional A : Cohort, jenis desain penelitian survey prospective yang mengikuti kelompok yang diteliti dalam rentang waktu tertentu
Rasional B : Qualitative, desain penelitian untuk mengeksplorasi fenomena
Rasional C : Experiment, jenis desain penelitian percobaan atau intervensi
Rasional D : Case-control, jenis desain penelitian survey restrospektif, yang mengumpulkan informasi dari data yang diperoleh dimasa lampau melalui studi dokumen
Rasional E : Cross-sectional, jenis desain penelitian dimana pengumpulan data untuk setiap sampel dilakukan satu kali diwaktu yang sama, tidak ada follow up setelahnya
Referensi :
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2012). Nursing Research: Generating and Assessing Evidence for Nursing Practice (9th ed.). New York, NY: Wolters Kluwer Health, Lippincott Williams and Wilkins.
6. Kunci Jawaban: B
Rasional:
Rasional A : mengambil semua populasi yang tersedia sebagai sampel
Rasional B : memperoleh calon sampel berikutnya dari informasi partisi
pan
Rasional C : memilih sampel yang sesuai kriteria dan mudah diperoleh oleh peneliti
Rasional D : memilih sampel untuk pengembangan teori dalam grounded theory
Rasional E : memilih sampel yang sesuai kriteria dalam rentang waktu tertentu
Referensi :
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2012). Nursing Research: Generating and Assessing Evidence for Nursing Practice (9th ed.). New York, NY: Wolters Kluwer Health, Lippincott Williams and Wilkins.
7. Kunci Jawaban: D Rasional:
Rasional A : Merah, bernapas tapi tidak sadar, frekuensi >30 atau <10, CRT    > 2 detik, tidak bisa mengikuti perintah sederhana
Rasional B : Biru, tidak digunakan dalam triage bencana
Rasional C : Hijau, masih bisa berjalan meskipun ada luka-luka
Rasional D : Hitam, tidak ada pernapasan meskipun setelah airway dibuka
Rasional E : Kuning, kondisi-kondisi selain di atas
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency and Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby.
8. Kunci Jawaban: C Rasional:
Rasional A : Merah, bernapas tapi tidak sadar, frekuensi >30 atau <10, CRT    > 2 detik, tidak bisa mengikuti perintah sederhana
Rasional B : Biru, tidak digunakan dalam triage bencana
Rasional C : Hijau, masih bisa berjalan meskipun ada luka
Rasional D : Hitam, tidak ada pernapasan meskipun setelah airway dibuka
Rasional E : Kuning, kondisi-kondisi selain di atas
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency and Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby.
9. Kunci Jawaban: A
Rasional:
Rasional A : dilakukan bila pasien tidak ada respon, tidak teraba nadi & tidak bernapas
Rasional B : dilakukan pada pasien henti napas tetapi masih teraba nadi
Rasional C : dilakukan untuk mengevaluasi pernapasan
Rasional D : dilakukan untuk membuka jalan napas pada pasien henti napas atau setelah tindakan kompresi
Rasional E : dilakukan untuk mengevaluasi nadi setelah 5 siklus atau 2 menit
Referensi :
American Heart Association (AHA). (2015). Highlights of the 2015 American Hearth Association Guidelines Update for CPR and ECC, from https:// eccguidelines.heart.org/wp-content/ uploads/2015/10/2015-AHA-Guidelines-Highlights-English.pdf
10. Kunci Jawaban: B
Rasional:
Rasional A : dilakukan setelah tindakan kompresi 30x
Rasional B : dilakukan pada saat evaluasi bersamaan dengan pengecekan nadi
Rasional C : dilakukan pada pasien yang sudah teraba nadi dan bernapas spontan tetapi belum sadar
Rasional D : dilakukan pada pasien yang sudah teraba nadi tetapi belum bernapas
Rasional E : dilakukan pada pasien henti jantung
Referensi :
American Heart Association (AHA). (2015). Highlights of the 2015 American Hearth Association Guidelines Update for CPR and ECC, from https:// eccguidelines.heart.org/wp-content/ uploads/2015/10/2015-AHA-Guidelines-Highlights-English.pdf
11. Kunci Jawaban: B
Rasional:
Rasional A: dilakukan pada anak-anak dan bayi
Rasional B: dilakukan pada korban ibu hamil atau obese yang masih sadar
Rasional C: dilakukan pada korban yang masih sadar
Rasional D: dilakukan untuk membuka dan membersihkan jalan napas Rasional E: dilakukan pada pasien henti jantung
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency and Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby.
12. Kunci Jawaban: B
Rasional:
Rasional A : dilakukan bila pasien masih berespon
Rasional B : dilakukan bila terdapat darah atau sekresi berlebihan, dan/ atau penolong berisiko terinfeksi dari sekresi korban
Rasional C : pertolongan tetap dilakukan sementara menunggu bantuan kesehatan
Rasional D : tindakan penjagaan patensi airway sebelum pemberian ventilasi
Rasional E : penolong tetap berisiko meskipun menggunaan face shield  saat menolong korban dengan sekresi berlebihan
Referensi :
American Heart Association (AHA). (2015). Highlights of the 2015 American Hearth Association Guidelines Update for CPR and ECC, from https:// eccguidelines.heart.org/wp-content/ uploads/2015/10/2015-AHA-Guidelines-Highlights-English.pdf
13. Kunci Jawaban: C
Rasional:
Rasional A : dilakukan setelah stabilisasi cervical untuk membersihkan airway
Rasional B : dilakukan dalam BHD awam, bukan oleh petugas prehospital/ ambulance
Rasional C : dugaan cedera cervical melekat pada korban multiple trauma, sehingga stabilisasi leher adalah tindakan utama dan pertama sebelum melakukan tindakan penanganan yang lain ke korban
Rasional D : tindakan membuka airway
pada korban yang dicurigai mengalami cedera cervical setelah distabilisasi
Rasional E : tindakan untuk membuka airway sehingga memudahkan ventilasi pasien dengan penurunan kesadaran
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency and Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby
14. Kunci Jawaban: D
Rasional:
Rasional A : dipakai untuk mobilisasi pasien non-trauma atau yang tidak ditemukan tanda-tanda cedera vertebra
Rasional B : dipakai untuk evakuasi vertical atau water rescue
Rasional C : dipakai untuk korban yang dicurigai mengalami cedera vertebra khususnya lumbal, dan digunakan bersamaan dengan lsb
Rasional D : digunakan untuk korban yang dicurigai mengalami cedera cervical dan vertebra untuk stabilisasi & mobilisasi
Rasional E : berfungsi sama dengan ssb untuk stabilisasi & evakuasi korban kecelakaan lalu lintas
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency and Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby
15. Kunci Jawaban: C
Rasional:
Rasional A : diberikan setelah siklus ketiga RJP
Rasional B : dilakukan pada pasien henti napas dan henti jantung
Rasional C : dilakukan untuk memastikan elektroda monitoring terpasang baik pada pasien sehingga dapat diinterpretasi kejadian asistol dengan tepat
Rasional D : dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi henti jantung dan kebutuhan tindakan kompresi
Rasional E : Dilakukan untuk gelombang shockable (VF & Pulseless VT)
Referensi :
American Heart Association (AHA). (2015). Highlights of the 2015 American Hearth Association Guidelines Update for CPR and ECC, from https:// eccguidelines.heart.org/wp-content/ uploads/2015/10/2015-AHA-Guidelines-Highlights-English.pdf
16. Kunci Jawaban: E
Rasional:
Rasional A : dilakukan apabila sudah terpasang monitoring EKG dan gelombang EKG Shockable
Rasional B : dilakukan pada pasien teraba nadi tapi belum bernapas
Rasional C : dilakukan pada anak atau bayi yang mengalami henti jantung oleh 2 penolong
Rasional D : dilakukan pada anak atau bayi yang mengalami henti jantung oleh 1 penolong
Rasional E : dilakukan pada anak atau bayi yang mengalami henti jantung dan telah terpasang airway definitive (ETT atau LMA)
Referensi :
American Heart Association (AHA). (2015). Highlights of the 2015 American Hearth Association Guidelines Update for CPR and ECC, from https:// eccguidelines.heart.org/wp-content/ uploads/2015/10/2015-AHA-Guidelines-Highlights-English.pdf
17. Kunci Jawaban: D
Rasional:
Rasional A : IV. Amiodaron 300 mg diberikan pada pasien henti jantung dengan gelombang shockable setelah tindakan DC Shock.
Rasional B : RJP dilakukan pada pasien henti napas dan henti jantung
Rasional C : Flat line protocol dilakukan untuk memastikan elektroda monitoring terpasang baik pada pasien sehingga dapat diinterpretasi kejadian  Asystole dengan tepat.
Rasional D : Pemeriksaan nadi karotis dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi henti jantung dan kebutuhan tindakan kompresi
Rasional E : DC Shock dilakukan pada pasien henti jantung dengan gambaran EKG gelombang shockable (VF & Pulseless VT)
Referensi :
American Heart Association (AHA). (2015). Highlights of the 2015 American Hearth Association Guidelines Update for CPR and ECC, from https:// eccguidelines.heart.org/wp-content/ uploads/2015/10/2015-AHA-Guidelines-Highlights-English.pdf
18. Kunci Jawaban: D
Rasional:
Rasional A: –
Rasional B: –
Rasional C: –
Rasional D: E3 M5 V4
Rasional E: –
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency and Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby
19. Kunci Jawaban: B
Rasional:
Rasional A : setelah pemberian diuretik untuk mengidentifikasi kompikasi
Rasional B : pemberian obat diuretik dapat menurunkan tekanan darah kare kehilangan cairan melalui diuresis, sehingga diperlukan baseline tekanan darah
Rasional C : bila ada tanda-tanda syok hipovolemik
Rasional D : bila ada tanda-tanda syok hipovolemik
Rasional E : setelah pemberian diuretik untuk mengidentifikasi kompikasi
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency and Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby
20. Kunci Jawaban: C
Rasional:
Rasional A : –
Rasional B : –
Rasional C : Total Body Surface Area (TBSA) = 9% x 4 = 36% (Dada, perut dan kedua tangan masing-masing 9%).
Total Resusitasi cairan selama 24 jam pertama menurut Formula Parkland-Baxter = 4 x BB x TBSA = 4 x 50 x 36 = 7200 ml.
Untuk 8 jam pertama diberikan ½, 16 jam selanjutnya ½.
 Jadi 7200 ml x ½ = 3600 ml.
Rasional D : –
Rasional E : –
Referensi :
Curtis, K., Ramsden, C., & Friendship, J., (Eds). (2007). Emergency and Trauma Nursing. Philadelphia: Mosby
Dengan mengetahui Contoh Latihan Soal UKOM Ners 2020 dan Jawaban Soal Lengkap semoga bisa membantu kamu sekalian dalam melatih untuk mengerjakan soal – soal, jika informasi ini bermanfaat untuk kamu jangan lupa klik share ke sosial media, agar kami terus berbagi informasi yang bermanfaat lainnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *